Penerapan teori Gagne dan Briggs terhadap isu pendidikan bagi Imigran Amerika

Nama : Dyah Ayu wening Puspita Sari
NIM : 21413244049
Kelas : A. Pendidikan Sosiologi

Kurikulum merupakan hal terpenting untuk penentuan arah dalam dunia Pendidikan, sesuai dengan proses perkembangan zaman, kurikulum terus disesuaikan dengan kebutuhan bahan ajar yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar karena tanpa adanya penyesuaian kurikulum yang tepat, para peserta didik tidak akan mencapai pada target pembelajaran yang diharapkan. Berasal dari bahasa Latin “curir” yang berarti palri dan “curere” yang berarti tempat berpacu, namun dalam pengertiannya kurikukulum merupakan sekumpulan mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik supaya mendapatkan ijazah atau penghargaan sebagai bukti bahwa telah mengikuti kegiatan belajar dari awal sampai akhir. Penerapan kurikulum memiliki fungsi integrasi, persiapan, penyesuaian, diferensiasi, diaknostik, dan fungsi pemilihan.

Proses pemilihan dari adanya kurikulum memiliki seleksi yang Panjang sampai pada penetapan kurikulum tersebut. Dalam prosesnya selalu mengundang persoalan yang selalu terjadi, permasalahan
persoalan kurikulum yang ada di Indonesia adalah sebuah implementasi karena sistematis pembelajaran yang berlaku baru sampai kepada pemberian informasi dan belum sampai pada tahap istilah belajar. Kegiatan pembelajaran memiliki tujuan untuk meningkatkan kualifikasi Sumber Daya Manusia, sehingga untuk mencapai hal tersebut dibutuhkannya eksekutor dalam setiap penyampaiannya serta dibutuhkan seorang tenaga pendidik yang berperan bukan hanya sebagai pemberi materi berdasarkan Taxonomy.

Permasalahan Penyusunan kurikulum yang ada Indonesia memiliki tingkatan yang lebih rumit jika dibandingkan dengan sistem pembelajaran yang ada di Amerika. Negara yang terletak di bagian tengah Amerika Utara ini tidak memiliki kurikulum nasional sebagai acuan kegiatan belajar mengajar, tidak seperti Indonesia yang telah memiliki kurikulum nasional sejak tahun 1947. Meskipun Amerika tidak menerapkan kurikulum nasional, akan tetapi bukan berarti Amerika tidak memiliki rumusan mengenai tujuan Pendidikan, berikut tujuan Pendidikan yang berlaku di Amerika :
• Ketercapaiannya kesatuan dalam keberagaman. Seperti yang diketahui, negara ini memiliki keberagaman ras yang tinggal dan tumbuh bersama sehingga penerapan tujuan ketercapaiannya kesatuan akan tercapai.
• Pengembangan cita-cita dan praktek Demokrasi. Peran pemerintah dalam mengembangkan visi dan misi tersebut dengan memberikan Pendidikan yang gratis bagi anak sekolah dengan mas 12 tahun. Serta peningkatan praktek demokrasi yang mendorong seseorang untuk lebih berani dalam mengutarakan pendapat serta gagasannya.
• Peningkatan sumber daya manusia khususnya individu. Di Amerika proses dari Pendidikan tersebut sangat diperhatikan, banyak dari orang tua yang memilih untuk memasukkan anak-anak mereka ke Homeschooling dibandingkan dengan sekolah umum, hal tersebut dilakukan karena adanya rasa khawatir akan pergaulan yang kurang baik serta pembentukan kurikulum bersifat individu yang sesuai dengan kebutuhan untuk pengembangan individu tersebut.
• Mempercepat kemajuan Nasional dan memperbaiki kondisi social masyarakat. Seperti yang kita ketahui, Amerika memiliki keunggulan dalam sector ekonomi, budaya dan politik. Hal tersebut menjadi dampak dari terjadinya ketimpangan jika suatu individu dalam masyarakat itu tidak memiliki kualifikasi dalam bersaing, ketimpangan tersebut juga akan mempengaruhi kondisi social masyarakat yang lain, sehingga tujuan dari poin terakhir ini adalah pemberdayaan manusia agar dapat bersaing dan mengikuti arus social.

Acuan Pendidikan yang telah berlaku di Amerika memiliki tujuan dalam mendorong peserta didik maupun setiap individu yang ada di sana untuk lebih dapat berkembang dengan penerapan teori kognitif, behavioristik maupun humanistic. Pemberlakuan teori pendekatan tersebut diharapkan akan lebih mendorong setiap individu untuk dapat berkembang. Namun isu mengenai Pendidikan di sana juga turut mengundang perhatian, seperti tingginya angka imigran yang umumnya berasal dari kalgan tidak mampu dan kurang terdidik, hal tersebut terjadi disebabkan oleh lapngan pekerjaan yang mereka dapatkan tidak cukup untuk memnuhi kebutuhan hidup. Selanjutnya permasalahan mengenai kualitas Pendidikan yang dianggap tidak merata karena di Amrika tidak memiliki kurikulum nasional, hal tersebut menyebabkan beberapa daerah memandang rendah wilayah lain terhadap sistem Pendidikan yang berlaku karena Pendidikan tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta didik yang ada, seperti pada kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan bagi anak-anak imigran.

Teori

Tujuan yang telah diterapkan di Amerika tersebut menjadi acuan dalam setiap keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar, Di dalam pembahasan pembelajaran, ada beberapa tokoh yang saling mengutarakan pendapatnya, salah satunya yaitu Gagne dan Briggs. Gagne adalah seorang profesor dalam bidang psikologi dan psikologi pendidikan, sedangkan Briggs adalah seorang pengarang buku yang banyak membahas suatu pembelajaran. Menurut Gagne dan Briggs pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa dalam proses belajar, yang memiliki serangkaian peristiwa yang dirancang dan disusun untuk memengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar mengajar.

Dalam memahami pembelajaran, Gagne tidak memperhatikan apakah proses belajar terjadi melalui penemuan atau proses penerimaan. Menurutnya yang terpenting adalah kualitas, penetapan, dan kegunaan belajar. Jadi, dalam rangka proses pembelajaran, guru dapat menyusun program pembelajaran yang cocok dengan tahap dan fase pembelajaran.

Hal ini selaras dengan poin-poin yang menjadi acuan Amerika dalam menjalankan proses Pembelajaran, Pembelajaran menurut Gagne hendaknya mampu menimbulkan peristiwa belajar dan proses kognitif. Hal tersebut juga selaras dengan solusi dari pandangan negative mengenai isu ketimpangan dari sistem Pendidikan yang berlaku bagi anak-anak imgran, mereka sering dianggap tidak memiliki kecakapan yang cukup untuk ikut bersaing dengan siswa lainnya, sedangkan menurut Gagne dan Briggs titik poin dari kesuksesan pembelajaran tidak selalu berurusan dengan proses memberi dan menerima namun sebuah proses yang mendukung terjadinya kegiatan belajar mengejar. Sehingga guru sebagai tenaga pendidik diharapkan dapat menyesuaikan materi dengan peserta didik yang ada.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai